Curi start kampanye ketua umum Partai Gerindra
Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo membantah
Prabowo-Hatta telah mencuri start kampanye saat memaparkan visi dan misi
di harapan ratusan pengurus Demokrat, Minggu (1/6) lalu. Menurut dia,
tidak ada satu pun dalam pemaparan Prabowo yang sifatnya mengajak
anggota Partai Demorat untuk memilih Prabowo-Hatta pada pilpres 9 Juli
mendatang.
"Yang namanya curi start itu kan kalau kita ada ajakan
ya. Kalau di Demokrat kemarin kan cuma paparkan visi misi saja," kata
Edhy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/6).
Edhy
menggaris bawahi, bentuk kampanye adalah berupa ajakan untuk mencoblos
salah satu pasangan capres dan cawapres saat pemilihan. Meski mengklaim
tidak ada sedikit pun unsur ajakan, dia menyerahkan persoalan tersebut
kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Pemenangan
Pemilu (DKPP).
Edhy yakin, langkah-langkah yang sudah dilakukan
timses Prabowo-Hatta sudah sesuai dengan koridor yang berlaku,
dibuktikan oleh semakin banyaknya dukungan kepada pasangan capres
tersebut.
"Bagi kita, kita selalu menjaga etika berpolitik. Tidak ada sedikitpun melanggar aturan-aturan itu," tutupnya.
Saling tuding curi start kampanye dilontarkan oleh kubu Prabowo-Hatta
dan Jokowi-JK. Jokowi disebut curi start karena mengajak memilih nomor
dua usai pengundian nomor urut di KPU pada Minggu (1/6).
Tak terima dituding, kubu Jokowi-JK berbalik menyerang. Prabowo-Hatta
justru disebut melanggar kampanye karena telah memaparkan visi dan misi
di hadapan ratusan kader Demokrat sebelum masuk jadwal kampanye pada 4
Juni nanti.
Sumber:
https://youtu.be/HumNkLRoTSc
terima kasih
BalasHapus