DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika penduduk menunjukan adanya faktor
pertumbuhan dalam hal jumlah penduduk yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan
penduduk.
Penduduk bertambah karena adanya unsur lahir
dan mati, dan datang perginya dari penduduk itu. Dari keempat unsur tersebut
maka pertumbuhan penduduk dapat dihitung dengan cara:
·
Pertumbuhan
penduduk = (Lahir – mati) + (datang – pergi)
·
Pertumbuhan
penduduk alami diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian
Unsur penduduk dalam pertambahan penduduk
adalah tingkat fertilitas, mortalitas, dan migrasi.
a.
Fertilitas
adalah tingkat pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiap
seribu penduduk setiap satu tahun.
b.
Mortalitas
adalah tingkat kematian secara kasar disebut Crude Date Rate (CDR), yaitu jumlah kematian pertahun perseribu
penduduk.
c.
Migrasi
adalah aspek gerakan dinamis kehidupan kelompok dalam ruang. Minimal 6 bulan
atau 1 tahun.
PERKEMBANGAN DAN
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemadi,
merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta dalam
masyarakat.
Perkembangan budaya selalu terjadi di setiap
bagian negara di setiap belahan dunia. Seiring bertambahnya waktu dan seiring
pesatnya perkembangan jaman, perkembangan budaya di suatu negara menunjukkan
adanya perubahan dan kehidupan berbudaya dalam suatu negara. Perkembangan
budaya di Indonesia pada era globalisasi ini semakin menunjukkan data dan bukti
yang cukup bahwa di Indonesia pun mengalami perubahan dan perkembangan. Baik
masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga masih terjaganya tradisi dan budaya
asli yang melekat sebagai identitas bangsa Indonesia yang tumbuh sejak jaman
dahulu yang dilestarikan oleh para leluhur bangsa Indonesia. Kemajuan ilmy
teknologi dan informasi juga merupakan faktor penting dalam perkembangan budaya
di Indonesia. Sebab pada era modern seperti sekarang, informasi dan komunikasi
berkembang pesat antara pengguna teknologi, baik melalui internet, sosial
media, dan berita luar negeri. Kemajuan IPTEK inilah yang seharusnya dapat kita
waspadai apabila budaya asli kita orang Indonesia bakal tergerus dengan budaya
bangsa asing yang terus menerus datang seiring berjalannya waktu. Kita pun
harus segera bisa untuk mengantisipasi dan menyaring budaya asing yang sesuai
dengan budaya asli kita orang Indonesia. Karena apabila kebudayaan kita yang
telah hidup selama bangsa Indonesia berdiri hilang tergerus budaya asing, maka
hilanglah pula identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan seribu etnik
dan kesenian. Maka dari itu, menurut saya marilah kita tetap menyanjung,
melestarikan, mempelajari, mengamalkan, menghargai agar tetap dikenal bangsa
orang lain dan tetap terjaga kelestariannya.
Kebudayaan di Indonesia terpengaruh juga
jaman dahulu oleh para pedagang, pelayar, dan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha,
dan Islam yang pernah berkuasa di Indonesia. Indonesia sebagai negara pelayaran
dan perdagangan serta tempat belajar pesinggahan orang-orang dari negara lain
seperti India, Bugis, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Kemudian kebudayaan dan
struktur bahasa serta bangunan yang dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan Hindu,
Buddha, dan Islam juga memperngaruhi kebudayaan yang ada di Indonesia sampai
sekarang.
Kebudayaan Hindu-Buddha
Unsur Hindu-Buddha di Indonesia sampai
sekarang cukup banyak. Terlihat dengan masih adanya patung-patung dewa Brahma,
Wisnu, Siwa, dan Buddha sebagai peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
Unsur Hindu-Buddha pada candi-candi peninggalan juga sangat dominan sebagai
warisan kebudayaan jaman dahulu, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Kebudayaan Islam
Kebudayaan kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia merupakan salah satu peninggalan di Indonesia yang cukup dominan,
seperti masjid-masjid dan tatanan hidup bangsa Indonesia. Agama Islam lebih
berkembang daripada ajaran Hindu-Buddha karena di Islam tidak mengenal
kasta/tingkatan.
KEBUDAYAAN BARAT
Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK
memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada
jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang
berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur
dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk mencegah
punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali hilang.
Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke generasi
tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk mempertahankan
budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat sulit diwijudkan.
Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak orang yang tidak
peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita sendiri bangsa
Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan asli kita sendiri
?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya setelah negara
lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah bangsa lain
mencurinya baru kita peduli dan teriak serta berkoar-koar dengan
lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita sebagai generasi
penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya asing yang
secara pesat masuk ke Indonesia!
Kemajuan dalam era modern seperti memang
perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau dahulu
itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang sudah kita
punya dari dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya rakyat
Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan yang
sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas atau
meniru kebiasaan budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan resep
dokter atau juga dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
Dengan masuknya kebudayaan barat ke
Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek
positifnya. Berikut ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya
kebudayaan barat di Indonesia:
a. Industry
Development atau Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri
transportasi dan komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi
lebih kuat dan lebih bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan
menggunakan tenaga dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan
mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia
b. Perubahan Pola
Berpikir dan Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat
seharusnya bisa mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional
menjadi Rasional. Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna
menjadikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk
kemajuan dan kehidupan rakyat Indonesia.
c. Kemajuan
IPTEK. Kemajuan teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat
menimbulkan peranan aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam
teknologi, kita mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan
memotivasi untuk lebih maju.
Selain dampak positif, tentu ada juga dampak
negatifnya antara lain:
a. Adanya kesenjangan
sosial. Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah merasa
mempunyai sarana yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan orang
lain dalam kehidupannya.
b. Banyak barang impor
di Indonesia. Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam pasar
Indonesia. Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku dan
kurang banyak yang membeli.
http://furuhitho.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/32257/Penduduk+Masyarakat+dan+kebudayaan+pdf.pdf
penduduk masyarakat dan kebudayaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar